Keadaan terlalu cepat berfluktuasi sampai-sampai Kesya terkadang tidak sadar akan kondisi yang ternyata tidak lagi sama seperti biasanya. Keadaan seperti apa yang biasanya dia jalani.
“Untuk menyamakan langkah dengan denganmu saja sangatlah sulit, apa lagi
untuk berjalan seiring denganmu…” gumam Kesya.
Adakalanya langkah mereka hampir saja seiring,
tapi hanya karena Kesya terkadang
terlalu sibuk menyelaraskan langkahnya dengan Ilal (laki-laki yang telah ia
kenal selama 8 bulan terakhir), sehingga dia tak menyadari bahwa keadaan
disekitarnya tidaklah lagi sama. Dan pada saat itu, dia pun berhenti dan
menarik napas panjang, seakan inilah terakhir kalinya Kesya menikmati udara
yang sungguh menyesakkan ini. Dan sambil bergumam, ”kenapa ketika kumulai
merasa yakin akan apa yang ada dan merasa bahagia, pasa saat itu pula ku harus
mengulang segalanya dari garis awal lagi?” Selalu dan terus saja begitu.
“lalu kapan ku gapai garis akhir? Kapan aku menemukan jawaban dalam langkah
panjangku ini? Ataukah sebenarnya aku telah menemukannya…akan tetapi aku
mencoba mengingkarinya?”
Dan Ilal pun hanya berujar “kita jalani saja keadaan ini, dan jika tiba
dipersimpangan jalan itu, kita akan tau akan kemana kita.”
Sungguh jawaban yang sangat tidak bertanggungjawab. Entah mengapa Kesya
bisa menyukai cowok berhati beku dan super menyebalkan seperti ilal.
Bahkan situasi yang sedang dia jalani saja dia tak
dapat menyimpulkan apa yang terjadi. Segala sesuatunya begitu cepat berubah
tanpa dia mampu menyesuaikan diri, kadang kondisi begitu berpihak ke Kesya tapi
kadang pula berbalik membelakanginya, begitu pula dengan sikap Ilal. Lelaki itu
kadang melangkah lebih dulu dari Kesya.
Entah apakah keadaan yang membuat Ilal harus seperti itu ataukah memang Ilal
yang tidak ingin berjalan seiring dengan Kesya?! Tapi kadang pula Ilal
memberikan ruang waktu bagi Kesya untuk dia dapat mengejar langkah Ilal.
***
Malam itu (pukul 01.00 WITA) kesya dibangunkan
oleh suara dari ringtone HPnya. Ia melihat kelayar HPnya 1 new message dan 5 misscalled
Ia terkejut, melihat pemberitahuan itu. Ia memang tidur agak awal karena
kelelahan. Aktivitasnya hari ini sangat menguras tenaganya dan akhirnya ia pun
tertidur sangat pulas. Ia pun mengecek siapa gerangan yang meneleponnya sedari
tadi.
“dari Ilal…”
Kesya membaca pesan yang masuk dan juga dari Ilal.
“key…udah tidur yah??? Kok
telponnya g di angkat sih?
Ya udah kalo udah tidur nice
dream yahh…^_^”
Reply
Back
“ah besok saja lah dibalasnya” ujar kesya yang masih sangat ngantuk. Kesya
tersenyum setelah membaca pesan dari ilal, cowok itu memang selalu saja memberi
kejutan, baik itu kejutan yang menyenangkan maupun yang menyakitkan hati.
Setelah hampir tiga minggu menghilang tanpa kabar, tiba-tiba saja ia menelpon
kesya.
“ya ampun mau sampai kapan harus seperti ini? Tanpa kejelasan…”kesya hanya
manarik napas panjang dan berusaha untuk tidur kembali.
Keesokan harinya ia pun membalas pesan ilal,
“hey…sorry, semalam aku
tidurnya agak cepet, seharian kemarin kegiatanku padat. Kecapaian aku
jadinya…>,<
Oh iyaaa kamu nelpon sampai
5 kali gitu ada apa???
G biasanya…:D”
Reply Back
Kesya mengirim pesan itu, dan hanya selang semenit balasan dari ilal
diterimanya,
“oh iya g apa-apa kok key…
Eh kamu lagi banyak kegiatan
yah? Jangan terlalu memaksakan diri yaahh…
Ingat kesehatan ^_^
Oh iyaa semalam itu aku
pengen ngobrol ama kamu..
Aku kangen key…^_^ ”
Reply Back
Kesya terkejut membaca is isms dari ilal itu. “haaaaaaaaaah…? G salah nih?!
Ilal lagi g mimpi kan..?!
Oh God..baru kali ini ia bilang kangen
dasar kamu…g ngerti aku lal… ”
setelah terdiam sejenak kesya langsung membalasnya lagi,
“hueee…..g salah lal…kamu nggak
lagi ngimpi kan???
Tumben-tumbennya kangen ma
aku…dasar kamu ini, aneh…gombal…BODOH! :p”
Reply
Back
Ilal langsung membalasnya,
“key aku serius…aku itu
bukan orang yang sembarangan kangen ama orang yahh..
Aku hanya kangen sama orang
yang aku anggap special key…”
Reply
Back
Degggg….
Ada sesuatu yang aneh, dada kesya tiba-tiba berdegup kencang. Ia memutuskan
untuk tidak membalas sms ilal. Ia sangat bingung dengan sikap cowok itu.
“mau mu apa sih?? nggak jelas BODOH!!!”
Umpatnya saat itu. Kesya tidak tahu harus apa, ia bingung apa yang kini ia
rasakan. Apa ia harus bahagia? Ataukah sedih?
***
Kadang Kesya berharap suatu hari langit ini akan
berganti, gelap pada waktu yang sama untuknya dan Ilal. Meskipun dia menyadari
bahwa hal itu hampir tidak mungkin terjadi. “yah…aku lagi-lagi mencoba
memungkirinya, aku sudah lelah! Sampai-sampai bulir keringat ini pun serasa
sudah habis mengucur membawa kelelahanku. Tapi aku tidak pernah BOSAN!!!”
Kesya masih saja berada dalam lingkaran itu.
Lingkaran yang entah dimana ujung pangkalnya. Mengikuti permainan yang diwasiti
oleh Ilal. Meskipun dia tahu bahwa hati Ilal tidaklah mudah untuk diluluhkan,
tapi dia tetap saja mematuhi aturan main yang seakan-akan telah mereka sepakti
sebelumnya tanpa perlu dibahasakan lagi. Kali ini Kesya melakukan permainan ini
dengan sangat hati-hati, dia takut akan terdepak dari permainan ini dan
akhirnya keluar dari lingkaran setelah sekian lama dia berputar-putar
didalamnya. Dia tidak menginginkan hal itu. Baginya permainan itu bukanlah
faktor utama penentu kebahagiaannya, akan tetapi permainan itu adalah faktor
pendukung kebahagiaannya dan permainan itu adalah bagian dari kebiasaannya saat
ini.
Pernah Kesya berdo’a sebelum dia melepaskan
penatnya dalam lenggangnya malam,
“semoga esok hari ketika kumembuka mata, akan kusadari bahwa HATI BISA SALAH!!!” tapi ternyata
tidak. Setiap kali dia terbanguna dari tidurnya dan membuka matanya selalu saja
dia menemukan bahwa hatinya memilih ILAL!
Kesya merasakan rongga pernapasannya mulai menyempit ketika menyadari hal itu.
Tetapi itu tidak membuatnya menyerah dia tetap menikmatinya. “aku
hampir tidak bisa memperkirakan akan kukemanakan hatiku yang telah STAGNAN
ini…ku tau perasaan ini hanya sepihak, tapi aku terus saja berjuang untuk
mendapatkan tempat dihati bekumu itu. Berjuang sekarang atau aku akan
kehilangan selamanya…”
Tapi kesya bersikap seperti itu juga karena sikap
Ilal yang memberi peluang untuk kesya. Setiap kali kesya mulai merasa lelah dan
ingin mundur, tiba-tiba Ilal datang dengan segudang perhatiannya dan sikap yang
membuat kesya kembali merasakan bahwa ia masih memiliki peluang untuk itu.
Pernah Ilal menunjukkan sikap tidak senangnya (ntah apakah itu yang
dinamakan cemburu) ketika ilal tau bahwa kesya sedang chatting dengan seorang
cowok yang notabene adalah teman baik ilal. Dia tidak suka kesya dekat dengan
cowok lain.
***
Akhir-akhir ini ilal selalu usil dengan membuat
kesya cemburu. Tapi hal itu malah membuat hubungan mereka jadi semakin sulit.
Sampai suatu ketika ilal mengajak kesya untuk bicara tentang hubungan mereka
melalui chatting.
“key…kenapa sih sampai sekarang kamu tuh g mau pacaran…? Nungguin aku
yah…hehehe”
“hah..?siapa yang nungguin kamu? Jangan GR yyaahh. . . aku belum ketemu
orang yang pas aja sama aku. Kenapa kamu Tanya kayak gitu? Aneh…g biasanya…”
“g key..aku cuma mau bilang, kalau pun kamu punya perasaan ke aku sebaiknya
kamu simpan aja perasaan kamu itu yah…aku belum mau mikirin tentang cewek dulu
sebelum lulus kuliah…maaf nih kalau aku GR..aku Cuma ngasih tau aja…kamu pasti
akan dapat yang lebih baik key…kamu itu cewe’ yang baik…berikan perasaan itu
sama orang yang tepat yah key…”
Dueerrrrrrrrr………….kata-kata ilal itu seakan petir
disiang bolong. Ia tidak lagi membalas chat dari ilal. Pandangannya kosong.
Hatinya hancur.
“ya Tuhan…kenapa semuanya seperti ini…? Kenapa kamu baru memberi kejelasan
setelah semuanya yang udah kita lewati..apa maksud sikapmu selama ini lal..???
”
***
Setelah beberapa lama hubungan kesya dan ilal yang
merenggang perlahan mulai mereka perbaiki kembali. Tapi baru kesya mulai menata
hatinya, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan kabar bahwa ilal sudah menjalin
exlcusive relationship dengan seseorang yang baru saja ia kenal. Kesya kembali
jatuh.
“bodohnya aku selama ini lal…kamu udah membuat aku seperti orang paling
tolol sedunia…apa yang kamu lakukan lal??? Mana kata-katamu yang dulu??? Kau
bohong lal!!! Jahat sekali kamu, kenapa tidak jujur saja dari awal kalau kamu suka
dengan orang lain sihhhh… kenapa harus ngarang cerita konyol begitu?!”
Tapi yang membuat kesya hancur karena sikap ilal
tiba-tiba saja berubah. Yang tadinya hangat menjadi lebih dingin, bahkan ia
seakan tidak mengenal kesya. Tak ada salam maupun sapa dari ilal lagi. Padahal
kesya sudah mengatakan pada ilal bahwa ia mencoba menerima kenyataan ini. Tapi
ternyata ilal semakin menarik diri menjauh dari kesya. Dia tidak bisa pergi
menjauh dari Ilal, semakin berusaha ia menjauh semakin sakit yang dia rasakan.
“apakah karena aku tidak bisa lari darimu, maka kau yang menjauh dariku? Apakah
ini caramu untuk membantuku menyelesaikan konflik batinku ini?”
Terkadang keinginan dan realita tidaklah sejalan,
dan Kesya mengerti akan hal itu. Akan tetapi yang tidak dia mengerti, kenapa
tidak pernah ada penjelasan yang kongkrit dan relevan akan hal itu. “apakah
mata hatiku sudah buta?” gumamnya. Kesya merasa sepertinya ada yang salah, tapi
kenapa ketika sesuatu yang salah itu menyangkut Ilal selalu saja ada apology yang
timbul yang membuat segalanya termarginalkan. Dia tetap memaafkan cowok yang
sudah membuatnya sakit.
***
Itulah penghargaan atas kejujuran akan sebuah
perasaan, meskipun terkadang logika termarginalkan. Hati bukanlah mesin yang
ketika ia bekerja tidak pada konsep yang semestinya ia bisa saja di arahkan
dengan menekan beberapa tombol yang ia miliki. Hati bukanlah perabot rumah yang
kapan kita merasa jenuh kita dengan mudah saja memindahkannya ketempat yang
baru. Ia jauh lebih kompleks, maka wajarlah banyak orang yang terluka
karenanya.
Untuk orang yang sudah
memberikan pelajaran yang berharga untukku.
_Miftah_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar