everything begining from here

everything begining from here

Selasa, 02 November 2010

STAGNAN










Keadaan terlalu cepat berfluktuasi sampai-sampai Kesya terkadang tidak sadar akan kondisi yang ternyata tidak lagi sama seperti biasanya. Keadaan seperti apa yang biasanya dia jalani.
“Untuk menyamakan langkah dengan denganmu saja sangatlah sulit, apa lagi untuk berjalan seiring denganmu…” gumam Kesya.
Adakalanya langkah mereka hampir saja seiring, tapi hanya karena Kesya  terkadang terlalu sibuk menyelaraskan langkahnya dengan Ilal (laki-laki yang telah ia kenal selama 8 bulan terakhir), sehingga dia tak menyadari bahwa keadaan disekitarnya tidaklah lagi sama. Dan pada saat itu, dia pun berhenti dan menarik napas panjang, seakan inilah terakhir kalinya Kesya menikmati udara yang sungguh menyesakkan ini. Dan sambil bergumam, ”kenapa ketika kumulai merasa yakin akan apa yang ada dan merasa bahagia, pasa saat itu pula ku harus mengulang segalanya dari garis awal lagi?” Selalu dan terus saja begitu.
“lalu kapan ku gapai garis akhir? Kapan aku menemukan jawaban dalam langkah panjangku ini? Ataukah sebenarnya aku telah menemukannya…akan tetapi aku mencoba mengingkarinya?”
Dan Ilal pun hanya berujar “kita jalani saja keadaan ini, dan jika tiba dipersimpangan jalan itu, kita akan tau akan kemana kita.”
Sungguh jawaban yang sangat tidak bertanggungjawab. Entah mengapa Kesya bisa menyukai cowok berhati beku dan super menyebalkan seperti ilal.
Bahkan situasi yang sedang dia jalani saja dia tak dapat menyimpulkan apa yang terjadi. Segala sesuatunya begitu cepat berubah tanpa dia mampu menyesuaikan diri, kadang kondisi begitu berpihak ke Kesya tapi kadang pula berbalik membelakanginya, begitu pula dengan sikap Ilal. Lelaki itu kadang  melangkah lebih dulu dari Kesya. Entah apakah keadaan yang membuat Ilal harus seperti itu ataukah memang Ilal yang tidak ingin berjalan seiring dengan Kesya?! Tapi kadang pula Ilal memberikan ruang waktu bagi Kesya untuk dia dapat mengejar langkah Ilal.
***
Malam itu (pukul 01.00 WITA) kesya dibangunkan oleh suara dari ringtone HPnya. Ia melihat kelayar HPnya 1 new message dan 5 misscalled
Ia terkejut, melihat pemberitahuan itu. Ia memang tidur agak awal karena kelelahan. Aktivitasnya hari ini sangat menguras tenaganya dan akhirnya ia pun tertidur sangat pulas. Ia pun mengecek siapa gerangan yang meneleponnya sedari tadi.
 “dari Ilal…”
Kesya  membaca  pesan yang masuk dan juga dari Ilal.

“key…udah tidur yah??? Kok telponnya g di angkat sih?
Ya udah kalo udah tidur nice dream yahh…^_^”
Reply                                                                    Back

“ah besok saja lah dibalasnya” ujar kesya yang masih sangat ngantuk. Kesya tersenyum setelah membaca pesan dari ilal, cowok itu memang selalu saja memberi kejutan, baik itu kejutan yang menyenangkan maupun yang menyakitkan hati. Setelah hampir tiga minggu menghilang tanpa kabar, tiba-tiba saja ia menelpon kesya.
“ya ampun mau sampai kapan harus seperti ini? Tanpa kejelasan…”kesya hanya manarik napas panjang dan berusaha untuk tidur kembali.

Keesokan harinya ia  pun membalas pesan ilal,      

“hey…sorry, semalam aku tidurnya agak cepet, seharian kemarin kegiatanku padat. Kecapaian aku jadinya…>,<
Oh iyaaa kamu nelpon sampai 5 kali gitu ada apa???
G biasanya…:D”
Reply                                                                    Back

Kesya mengirim pesan itu, dan hanya selang semenit balasan dari ilal diterimanya,

“oh iya g apa-apa kok key…
Eh kamu lagi banyak kegiatan yah? Jangan terlalu memaksakan diri yaahh…
Ingat kesehatan ^_^
Oh iyaa semalam itu aku pengen ngobrol ama kamu..
Aku kangen key…^_^ ”
Reply                                                                    Back

Kesya terkejut membaca is isms dari ilal itu. “haaaaaaaaaah…? G salah nih?! Ilal lagi g mimpi  kan..?!
Oh God..baru kali ini ia bilang kangen dasar kamu…g ngerti aku lal… ” setelah terdiam sejenak kesya langsung membalasnya lagi,

“hueee…..g salah lal…kamu nggak lagi ngimpi kan???
Tumben-tumbennya kangen ma aku…dasar kamu ini, aneh…gombal…BODOH! :p”
Reply                                                                    Back

Ilal langsung membalasnya,        

“key aku serius…aku itu bukan orang yang sembarangan kangen ama orang yahh..
Aku hanya kangen sama orang yang aku anggap special key…”
Reply                                                                   Back

Degggg….
Ada sesuatu yang aneh, dada kesya tiba-tiba berdegup kencang. Ia memutuskan untuk tidak membalas sms ilal. Ia sangat bingung dengan sikap cowok itu.

“mau mu apa sih?? nggak jelas BODOH!!!”
Umpatnya saat itu. Kesya tidak tahu harus apa, ia bingung apa yang kini ia rasakan. Apa ia harus bahagia? Ataukah sedih?
***
Kadang Kesya berharap suatu hari langit ini akan berganti, gelap pada waktu yang sama untuknya dan Ilal. Meskipun dia menyadari bahwa hal itu hampir tidak mungkin terjadi. “yah…aku lagi-lagi mencoba memungkirinya, aku sudah lelah! Sampai-sampai bulir keringat ini pun serasa sudah habis mengucur membawa kelelahanku. Tapi aku tidak pernah BOSAN!!!”  
Kesya masih saja berada dalam lingkaran itu. Lingkaran yang entah dimana ujung pangkalnya. Mengikuti permainan yang diwasiti oleh Ilal. Meskipun dia tahu bahwa hati Ilal tidaklah mudah untuk diluluhkan, tapi dia tetap saja mematuhi aturan main yang seakan-akan telah mereka sepakti sebelumnya tanpa perlu dibahasakan lagi. Kali ini Kesya melakukan permainan ini dengan sangat hati-hati, dia takut akan terdepak dari permainan ini dan akhirnya keluar dari lingkaran setelah sekian lama dia berputar-putar didalamnya. Dia tidak menginginkan hal itu. Baginya permainan itu bukanlah faktor utama penentu kebahagiaannya, akan tetapi permainan itu adalah faktor pendukung kebahagiaannya dan permainan itu adalah bagian dari kebiasaannya saat ini.
Pernah Kesya berdo’a sebelum dia melepaskan penatnya dalam lenggangnya malam,  “semoga esok hari ketika kumembuka mata, akan kusadari bahwa HATI BISA SALAH!!!” tapi ternyata tidak. Setiap kali dia terbanguna dari tidurnya dan membuka matanya selalu saja dia menemukan bahwa hatinya memilih ILAL! Kesya merasakan rongga pernapasannya mulai menyempit ketika menyadari hal itu. Tetapi itu tidak membuatnya menyerah dia tetap menikmatinya. aku hampir tidak bisa memperkirakan akan kukemanakan hatiku yang telah STAGNAN ini…ku tau perasaan ini hanya sepihak, tapi aku terus saja berjuang untuk mendapatkan tempat dihati bekumu itu. Berjuang sekarang atau aku akan kehilangan selamanya…”
Tapi kesya bersikap seperti itu juga karena sikap Ilal yang memberi peluang untuk kesya. Setiap kali kesya mulai merasa lelah dan ingin mundur, tiba-tiba Ilal datang dengan segudang perhatiannya dan sikap yang membuat kesya kembali merasakan bahwa ia masih memiliki peluang untuk itu.  
Pernah Ilal menunjukkan sikap tidak senangnya (ntah apakah itu yang dinamakan cemburu) ketika ilal tau bahwa kesya sedang chatting dengan seorang cowok yang notabene adalah teman baik ilal. Dia tidak suka kesya dekat dengan cowok lain.
***
Akhir-akhir ini ilal selalu usil dengan membuat kesya cemburu. Tapi hal itu malah membuat hubungan mereka jadi semakin sulit. Sampai suatu ketika ilal mengajak kesya untuk bicara tentang hubungan mereka melalui chatting.
“key…kenapa sih sampai sekarang kamu tuh g mau pacaran…? Nungguin aku yah…hehehe”
“hah..?siapa yang nungguin kamu? Jangan GR yyaahh. . . aku belum ketemu orang yang pas aja sama aku. Kenapa kamu Tanya kayak gitu? Aneh…g biasanya…”
“g key..aku cuma mau bilang, kalau pun kamu punya perasaan ke aku sebaiknya kamu simpan aja perasaan kamu itu yah…aku belum mau mikirin tentang cewek dulu sebelum lulus kuliah…maaf nih kalau aku GR..aku Cuma ngasih tau aja…kamu pasti akan dapat yang lebih baik key…kamu itu cewe’ yang baik…berikan perasaan itu sama orang yang tepat yah key…”
Dueerrrrrrrrr………….kata-kata ilal itu seakan petir disiang bolong. Ia tidak lagi membalas chat dari ilal. Pandangannya kosong. Hatinya hancur.
“ya Tuhan…kenapa semuanya seperti ini…? Kenapa kamu baru memberi kejelasan setelah semuanya yang udah kita lewati..apa maksud sikapmu selama ini lal..??? ”
***
Setelah beberapa lama hubungan kesya dan ilal yang merenggang perlahan mulai mereka perbaiki kembali. Tapi baru kesya mulai menata hatinya, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan kabar bahwa ilal sudah menjalin exlcusive relationship dengan seseorang yang baru saja ia kenal. Kesya kembali jatuh.
“bodohnya aku selama ini lal…kamu udah membuat aku seperti orang paling tolol sedunia…apa yang kamu lakukan lal??? Mana kata-katamu yang dulu??? Kau bohong lal!!! Jahat sekali kamu, kenapa tidak jujur saja dari awal kalau kamu suka dengan orang lain sihhhh… kenapa harus ngarang cerita konyol begitu?!”

Tapi yang membuat kesya hancur karena sikap ilal tiba-tiba saja berubah. Yang tadinya hangat menjadi lebih dingin, bahkan ia seakan tidak mengenal kesya. Tak ada salam maupun sapa dari ilal lagi. Padahal kesya sudah mengatakan pada ilal bahwa ia mencoba menerima kenyataan ini. Tapi ternyata ilal semakin menarik diri menjauh dari kesya. Dia tidak bisa pergi menjauh dari Ilal, semakin berusaha ia menjauh semakin sakit yang dia rasakan. “apakah karena aku tidak bisa lari darimu, maka kau yang menjauh dariku? Apakah ini caramu untuk membantuku menyelesaikan konflik batinku ini?”

Terkadang keinginan dan realita tidaklah sejalan, dan Kesya mengerti akan hal itu. Akan tetapi yang tidak dia mengerti, kenapa tidak pernah ada penjelasan yang kongkrit dan relevan akan hal itu. “apakah mata hatiku sudah buta?” gumamnya. Kesya merasa sepertinya ada yang salah, tapi kenapa ketika sesuatu yang salah itu menyangkut Ilal selalu saja ada apology yang timbul yang membuat segalanya termarginalkan. Dia tetap memaafkan cowok yang sudah membuatnya sakit.
***
Itulah penghargaan atas kejujuran akan sebuah perasaan, meskipun terkadang logika termarginalkan. Hati bukanlah mesin yang ketika ia bekerja tidak pada konsep yang semestinya ia bisa saja di arahkan dengan menekan beberapa tombol yang ia miliki. Hati bukanlah perabot rumah yang kapan kita merasa jenuh kita dengan mudah saja memindahkannya ketempat yang baru. Ia jauh lebih kompleks, maka wajarlah banyak orang yang terluka karenanya.

Untuk orang yang sudah memberikan pelajaran yang berharga untukku.
                                                              

                                                                                                                           _Miftah_

Tidak ada komentar: