everything begining from here

everything begining from here

Senin, 23 Mei 2011

Duuuhhh Ari...

Cerita 1: Abang Penjual Sate jangan marah doonk…. 

Ini adalah sebuah pengakuan tulus dari seseorang yang hemmm cukup polos mungkin, *karena mau menceritakan sedikit dari sekian banyak kejadian memalukan yang pernah dia perbuat* Cerita dimulai saat kami dalam perjalanan mencari makan sepulang kantor.
*** 

Rumahmu


Peluhmu, menggambarkan dengan jelas kelelahan yang kau rasakan.
Pundakku tidak terlalu lebar untuk kau tempati bersandar.
Tapi hatiku masih sangat luas untuk kau tempati.
Waktuku sangat banyak untuk duduk sekedar mendengarkan keluhan-keluhanmu,
Telinga ini masih mampu menampung isi hatimu, segala kegalauanmu, dan kekhawatiranmu.
Ku hanya ini kau tau kalau aku selalu ada disini,
Menunggumu pulang,

Minggu, 28 November 2010

Tentang Kau dan Hujan

Masih menikmati hujan yang semakin deras, membasahi bumi mengeluarkan bau khas tanah, inilah yang kusukai dari turunnya hujan, membawa kepenatan yang kurasakan, tidak perduli segelap apapun yang tercipta oleh awan itu, aku tetap merasa bahagiah, menari dibawah derasnya hujan turun seperti aku dimasa kanak-kanak dulu, menghentakkan kaki disetiap genangan yang kutemui menciptakan cipratan yang membuat tubuh semakin basah, tidak perduli sekotor apa jadinya bajuku nanti, inilah yang selalu kurasakan pada hujan, seperti seorang pencinta yang menanti orang yang dicintainya datang menyapanya dikala jiwanya sedang gunda, hatinya sedang kalut dan raganya sedang merasakan kelelahan yang luar biasa.

BUNDAKU



Kau bagaikan bintang… bercahaya terang… yang manyinari kehidupanku…
kau sungguh mulia setulus cintamu… ku berjanji menjagamu sampai akhir hayat nanti...
Sepenggal lirik lagu untuk ibunda tercinta yang selalu membuatku menitikkan air mata, ketika sekelebat rasa rindu itu kurasakan, rindu akan kasih sayang dan sentuhan lembut bunda. Hampir lima tahun lamanya aku dan bunda tinggal tinggal serumah lagi. bukan…bukan karena masalah keluarga, tapi karena bunda harus ikut dengan bapak untuk hijrah ke kota lain untuk menemani bapak dan mendampingi bapak berjuang menghidupi keluarga kecil kami. Kami hanya dapat bertemu saat perayaan hari raya, itu pun hanya beberapa hari saja. Tapi aku tetap bersyukur karena masih bisa berkumpul dengan keluarga kecilku dalam suasana yang hangat dan ceria.

Thank’s To Allah For My Father

“Hal yang penting dari hubungan antar manusia adalah sebuah kejujuran, itu yang harus dipegang teguh, karena kejujuran sangat mahal harganya, berapapun banyaknya harta yang kita punya tidak akan mampu membeli sebuah kepercayaan seseorang. Bahkan orang yang paling terhormat sekalipun tidak aka ada apa-apanya jika tidak dapat menjaga kepercayaan yang diberikan. Hanya itu modal bapak sampai sekarang dalam bekerja dan hidup berdampingan dengan orang lain.”  
Itulah sepenggal nasihat dari seorang laki-laki yang membuatku kagum dengan ketegarannya, tekad yang kuat dan prinsip yang dia pengang kuat, dia adalah bapakku, laki-laki yang selalu membuatku jatuh cinta berkali-kali.

Selasa, 09 November 2010

Thank You Arya…!

Pertemuan yang tidak pernah kuharapkan, berkenalan dengan orang yang sudah menyambarmu sampai terpental ke tanah dan mengalami luka-luka dibagian kaki dan lengan. Dan orang yang menyambarmu hanya mengatakan “maaf, saya sedang buru-buru…kalau lukanya parah hubungi kenomor itu saja” dan kemudian meninggalkan kartu namanya dan berlalu begitu saja. Aaarrrgghhh…. Nggak banget deh. Jangan sampai aku kenal dengan orang itu. Cukup kesan buruk ini saja, nggak ada pertemuan yang lainnya….! ”mau kuapakan kartu nama ini? Sampah!” hujatkaku pada saat mengalami kejadian yang menjengkalkan dengan cowok yang tidak tau tata cara bersopan santun itu, langsung saja kubuang kartu nama itu ketempat sampah. Sepanjang jalan menuju rumah aku tidak berhenti ngedumel sendiri dalam hati dan memaki-maki orang yang baru saja menyambarku.

Dua Pekan



Hari ini tidak ada percakapan yang menarik yang bisa kubagi denganmu
Maaf…
Hari ini aku merasa aneh dengan kondisiku sendiri
Tidak…tidak…
Bukannya aku tidak senang bertemu denganmu
Tapi aku hanya memikirkan apa yang akan terjadi setelah pertemuan kita ini
Dua pekan mendatang
Sebenarnya aku ingin mengutarakan beberapa pertanyaan padamu
Sekedar membuatku yakin bahwa aku benar-benar berada dalam garis aman
Bersamamu,