everything begining from here

everything begining from here

Minggu, 28 November 2010

BUNDAKU



Kau bagaikan bintang… bercahaya terang… yang manyinari kehidupanku…
kau sungguh mulia setulus cintamu… ku berjanji menjagamu sampai akhir hayat nanti...
Sepenggal lirik lagu untuk ibunda tercinta yang selalu membuatku menitikkan air mata, ketika sekelebat rasa rindu itu kurasakan, rindu akan kasih sayang dan sentuhan lembut bunda. Hampir lima tahun lamanya aku dan bunda tinggal tinggal serumah lagi. bukan…bukan karena masalah keluarga, tapi karena bunda harus ikut dengan bapak untuk hijrah ke kota lain untuk menemani bapak dan mendampingi bapak berjuang menghidupi keluarga kecil kami. Kami hanya dapat bertemu saat perayaan hari raya, itu pun hanya beberapa hari saja. Tapi aku tetap bersyukur karena masih bisa berkumpul dengan keluarga kecilku dalam suasana yang hangat dan ceria. Kadang aku membutuhkan sosok bunda disampingku untuk menyemangatiku dan memelukku disaat aku sedang galau dan bimbang akan masalah yang aku hadapi. Sosok bunda yang begitu hangat dan penyayang, pengertian dan sabar menghadapiku. Hanya satu pintaku pada-Mu Ya Rabbi, “berilah aku kesempatan untuk menjaga bunda sampai saatku tiba.” Begitu banyak yang telah bunda ajarkan padaku, dari kecil aku dididik dengan keras oleh bunda, tidak boleh meninggalkan rumah sebelum rumah dalam keadaan rapi dan bersih, pulang sekolah tepat waktu, merapikan baju yang telah dipakai, meletakkan barang pada tempatnya sampai menghargai waktu, semua bunda ajarkan padaku dan adik-adikku.
Mungkin teman-teman kecilku dulu menganggap bunda adalah sosok ibu yang sangat galak, beliau tidak akan mengijinkan anaknya keluar malam, apalagi keluar tidak bersama orang tua. Awalnya aku sedikit kesal karena melihat teman-temanku yang begitu leluasa bermain diluar sementara aku harus berada dirumah dengan segala aturan yang mengekang. Belum lagi kalau berbuat kesalahan bunda tidak segan-segan memukulku pun itu hanya masalah atau kesalahan kecil, jika menghadapi masalah karena keteledoranku bunda kerap kali balik mamarahiku, bukannya membantu, sampai membuat air mataku terjatuh dan tidak sedikitpun bunda berusaha membujukku, beliau hanya berujar “ini semua untuk kamu, kelak kamu akan merasa manfaat dari didikanku,” saat itu mungkin usiaku yang membuatku tidak mampu menangkap manfaat dari cara bunda mendidik aku. Tapi akhirnya aku sadari inilah cara bunda mengajariku untuk hidup disiplin, menghargai waktu dan melakukan segala pekerjaan dengan teliti dan tepat waktu, agar aku tidak menjadi orang yang tertinggal, tidak cengeng bila mengalami kegagalan, menjadi perempuan tegar dan kuat, berdiri diatas kakiku sendiri dan selalu menghadapi masalah dengan tenang. Bunda adalah segalanya bagiku, beliau telah memberikan pelajar yang sangat berarti untukku, beliau mendidikku dengan caranya sendiri.
Kini aku sadari betapa berharganya seorang bunda untukku, betapa aku membutuhkan bunda mendampingiku menghadapi semua masalahku. Hanya lewat gelombang aku dapat melepas kerinduan dengan bunda,  mendengar suaranya membuatku tenang, seakan mengisyaratkan bahwa semua akan baik-baik saja, sepanjang kita terus melibatkan Allah dalam usaha kita. ^_^ Terimakasih Bunda…I miss u…
Terimakasihku untuk bunda yang telah membesarkanku sampai saat ini.
Terimakasihku untuk bunda yang telah mengajariku banyak hal dengan cara yang berbeda.
Terimakasihku untuk bunda yang telah membuatku kuat selama ini.
Terimakasihku untuk bunda yang telah menjagaku lewat do’a-do’anya selama ini.
Terimakasihku untuk semuanya…
Kau adalah ibu terbaik untukku. ^_^

Tidak ada komentar: