Kau bagaikan
bintang… bercahaya terang… yang manyinari kehidupanku…
kau sungguh mulia
setulus cintamu… ku berjanji menjagamu sampai akhir hayat nanti...
Sepenggal lirik lagu untuk ibunda tercinta yang selalu
membuatku menitikkan air mata, ketika sekelebat rasa rindu itu kurasakan, rindu
akan kasih sayang dan sentuhan lembut bunda. Hampir lima tahun lamanya aku dan
bunda tinggal tinggal serumah lagi. bukan…bukan karena masalah keluarga, tapi
karena bunda harus ikut dengan bapak untuk hijrah ke kota lain untuk menemani
bapak dan mendampingi bapak berjuang menghidupi keluarga kecil kami. Kami hanya
dapat bertemu saat perayaan hari raya, itu pun hanya beberapa hari saja. Tapi
aku tetap bersyukur karena masih bisa berkumpul dengan keluarga kecilku dalam suasana
yang hangat dan ceria. Kadang aku membutuhkan sosok bunda disampingku untuk
menyemangatiku dan memelukku disaat aku sedang galau dan bimbang akan masalah
yang aku hadapi. Sosok bunda yang begitu hangat dan penyayang, pengertian dan
sabar menghadapiku. Hanya satu pintaku pada-Mu Ya Rabbi, “berilah aku
kesempatan untuk menjaga bunda sampai saatku tiba.” Begitu banyak yang telah
bunda ajarkan padaku, dari kecil aku dididik dengan keras oleh bunda, tidak
boleh meninggalkan rumah sebelum rumah dalam keadaan rapi dan bersih, pulang
sekolah tepat waktu, merapikan baju yang telah dipakai, meletakkan barang pada
tempatnya sampai menghargai waktu, semua bunda ajarkan padaku dan adik-adikku.
Mungkin teman-teman kecilku dulu menganggap bunda adalah
sosok ibu yang sangat galak, beliau tidak akan mengijinkan anaknya keluar
malam, apalagi keluar tidak bersama orang tua. Awalnya aku sedikit kesal karena
melihat teman-temanku yang begitu leluasa bermain diluar sementara aku harus
berada dirumah dengan segala aturan yang mengekang. Belum lagi kalau berbuat
kesalahan bunda tidak segan-segan memukulku pun itu hanya masalah atau
kesalahan kecil, jika menghadapi masalah karena keteledoranku bunda kerap kali
balik mamarahiku, bukannya membantu, sampai membuat air mataku terjatuh dan
tidak sedikitpun bunda berusaha membujukku, beliau hanya berujar “ini semua
untuk kamu, kelak kamu akan merasa manfaat dari didikanku,” saat itu mungkin
usiaku yang membuatku tidak mampu menangkap
manfaat dari cara bunda mendidik aku. Tapi akhirnya aku sadari inilah cara
bunda mengajariku untuk hidup disiplin, menghargai waktu dan melakukan segala
pekerjaan dengan teliti dan tepat waktu, agar aku tidak menjadi orang yang
tertinggal, tidak cengeng bila mengalami kegagalan, menjadi perempuan tegar dan
kuat, berdiri diatas kakiku sendiri dan selalu menghadapi masalah dengan
tenang. Bunda adalah segalanya bagiku, beliau telah memberikan pelajar yang
sangat berarti untukku, beliau mendidikku dengan caranya sendiri.
Kini aku sadari betapa berharganya seorang bunda untukku,
betapa aku membutuhkan bunda mendampingiku menghadapi semua masalahku. Hanya
lewat gelombang aku dapat melepas kerinduan dengan bunda, mendengar suaranya membuatku tenang, seakan
mengisyaratkan bahwa semua akan baik-baik saja, sepanjang kita terus melibatkan
Allah dalam usaha kita. ^_^ Terimakasih Bunda…I miss u…
Terimakasihku untuk bunda yang telah membesarkanku sampai saat ini.
Terimakasihku untuk bunda yang telah mengajariku banyak hal dengan cara
yang berbeda.
Terimakasihku untuk bunda yang telah membuatku kuat selama ini.
Terimakasihku untuk bunda yang telah menjagaku lewat do’a-do’anya selama
ini.
Terimakasihku untuk semuanya…
Kau adalah ibu terbaik untukku. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar